Tugas Mandiri 03

 


Ringkasan Wawancara tentang Pandangan terhadap Identitas Nasional




Pendahuluan

Wawancara ini dilakukan dengan Bapak Sukarno (49 tahun), seorang kepala keluarga dan orang tua saya. Beliau dipilih sebagai narasumber karena perannya yang penting dalam mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai kebangsaan serta pandangannya yang terbentuk dari pengalaman hidup di masyarakat. Sebagai orang tua, beliau memiliki perspektif praktis tentang bagaimana identitas nasional dihayati dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus bagaimana hal tersebut diwariskan kepada generasi muda.

Isi

Menurut Bapak Sukarno, identitas nasional adalah ciri khas bangsa Indonesia yang membedakan kita dari bangsa lain, mencakup bahasa Indonesia, Pancasila, keberagaman budaya, dan simbol-simbol negara. Identitas ini, menurut beliau, bukan hanya lambang atau aturan tertulis, melainkan pedoman moral yang menjaga kesatuan bangsa di tengah perbedaan. Ia menekankan bahwa tanpa identitas nasional, bangsa Indonesia akan mudah terpecah oleh kepentingan sempit.
Beliau menjelaskan bahwa identitas nasional tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai kebiasaan sederhana, seperti menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi, menghormati tradisi daerah masing-masing, menjunjung tinggi rasa gotong royong di lingkungan masyarakat, serta menaati aturan hukum. Bapak Sukarno juga menekankan pentingnya menanamkan nilai Pancasila dalam keluarga, misalnya dengan membiasakan musyawarah ketika mengambil keputusan bersama.
Ketika ditanya mengenai tantangan terbesar dalam menjaga identitas nasional, Bapak Sukarno menyebut pengaruh globalisasi, arus budaya asing, serta penggunaan media sosial yang sering tidak terkontrol sebagai hal yang perlu diwaspadai. Menurutnya, anak muda sering lebih tertarik mengikuti tren luar negeri dibanding menghargai budaya bangsa sendiri. Hal ini, jika tidak diimbangi dengan kesadaran kebangsaan, dapat mengikis nilai-nilai nasionalisme.
Dalam pandangannya, generasi muda memiliki peran vital dalam memperkuat identitas nasional. Beliau menilai bahwa anak muda harus menjadi teladan dalam bersikap toleran, menghargai perbedaan, menjunjung tinggi nilai demokrasi, dan menjaga integritas. Selain itu, generasi muda juga perlu adaptif terhadap perkembangan global, namun tetap berpijak pada jati diri bangsa. Dengan cara ini, identitas nasional tidak hanya terjaga, tetapi juga dapat dikenalkan ke dunia luar sebagai kebanggaan bangsa Indonesia.

Penutup

Dari wawancara ini dapat disimpulkan bahwa menurut Bapak Sukarno, identitas nasional adalah fondasi penting bagi persatuan bangsa, tercermin dalam kebiasaan sehari-hari, dan harus dijaga di tengah tantangan globalisasi. Beliau menekankan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk melestarikan dan memperkuat identitas nasional melalui sikap dan tindakan nyata.
Sebagai refleksi pribadi, saya menyadari bahwa pandangan orang tua saya memberikan pemahaman berharga bahwa identitas nasional dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga. Sebagai mahasiswa, saya merasa perlu meneladani nilai-nilai kebangsaan dalam keseharian, baik di kampus maupun di masyarakat. Dengan begitu, saya dapat berkontribusi dalam menjaga jati diri bangsa di tengah arus global yang semakin kompleks.


Komentar

Postingan Populer